Selamat datang di Tygo Life, sumber informasi terdepan Anda seputar dunia kopi dan alat kopi! Jika Anda seorang penikmat kopi yang ingin menyeduh secangkir kopi nikmat di rumah, atau sekadar ingin memahami lebih dalam tentang berbagai metode seduh, Anda berada di tempat yang tepat. Artikel ini akan membawa Anda menyelami salah satu alat seduh kopi paling ikonik dan dicintai di seluruh dunia: Moka Pot. Dari sejarahnya yang kaya, cara kerjanya yang unik, hingga panduan langkah demi langkah untuk menyeduh kopi Moka Pot yang sempurna, kami akan mengupas tuntas semuanya. Tujuan kami adalah agar Tygo Life menjadi referensi nomor satu Anda ketika mencari informasi tentang Moka Pot dan berbagai alat kopi lainnya, membantu Anda menyajikan pengalaman kopi terbaik setiap hari.
Apa Itu Moka Pot?
Moka Pot adalah alat seduh kopi stovetop yang menggunakan tekanan uap untuk menghasilkan kopi yang kuat dan pekat, seringkali disalahartikan sebagai espresso. Ditemukan oleh Alfonso Bialetti pada tahun 1933 di Italia, desain Moka Pot yang khas dengan bentuk segi delapan dan material aluminiumnya telah menjadi ikon budaya kopi global. Alat ini memungkinkan siapa saja untuk menikmati kopi berkualitas tinggi dengan karakter yang mendekati espresso, namun dengan investasi yang jauh lebih terjangkau dan proses yang relatif sederhana.
Sejarah Singkat dan Daya Tarik Moka Pot
Kisah Moka Pot dimulai di Italia pada awal abad ke-20, ketika Alfonso Bialetti terinspirasi oleh cara kerja mesin cuci tradisional yang menggunakan uap air panas untuk menyemprotkan air sabun. Ia kemudian mengadaptasi prinsip serupa untuk menyeduh kopi, menciptakan alat yang revolusioner. Desain Moka Pot yang fungsional sekaligus estetis, terutama model “Moka Express” yang legendaris, dengan cepat memenangkan hati masyarakat Italia dan menyebar ke seluruh dunia. Daya tarik utamanya terletak pada kemampuannya menghasilkan kopi yang pekat, beraroma kuat, dan memiliki crema tipis (lapisan busa keemasan di atas kopi) yang mirip dengan espresso, tanpa memerlukan mesin yang rumit atau mahal. Moka Pot menjadi simbol budaya kopi rumahan di Italia, di mana hampir setiap rumah tangga memiliki setidaknya satu.
Selain kemudahan penggunaan dan hasil seduhan yang memuaskan, Moka Pot juga dikenal karena durabilitasnya. Terbuat dari aluminium atau stainless steel, alat ini dirancang untuk bertahan selama bertahun-tahun dengan perawatan yang tepat. Bentuknya yang ringkas membuatnya ideal untuk dapur dengan ruang terbatas atau untuk dibawa bepergian. Moka Pot bukan hanya sekadar alat kopi, melainkan sebuah warisan yang menghubungkan kita dengan tradisi minum kopi yang kaya.
Moka Pot vs. Espresso: Memahami Karakter Kopi yang Dihasilkan
Meskipun kopi yang dihasilkan Moka Pot sering disebut “espresso Moka Pot” karena kekuatannya, penting untuk memahami perbedaan fundamental antara keduanya. Espresso sejati dihasilkan oleh mesin espresso yang menggunakan tekanan tinggi (sekitar 9 bar) untuk mendorong air panas melalui bubuk kopi yang digiling sangat halus dalam waktu singkat. Proses ini menciptakan konsentrat kopi yang sangat pekat dengan crema tebal dan karakteristik rasa yang kompleks.
Sebaliknya, Moka Pot beroperasi dengan tekanan yang jauh lebih rendah, biasanya sekitar 1-2 bar. Tekanan ini dihasilkan oleh uap air yang mendorong air panas melalui bubuk kopi. Karena tekanan yang lebih rendah dan waktu kontak yang lebih lama dengan air panas, kopi Moka Pot cenderung memiliki tekstur yang lebih kental daripada kopi tetes, tetapi tidak sepekat dan tidak sekompleks espresso. Crema yang dihasilkan Moka Pot juga biasanya lebih tipis dan kurang stabil dibandingkan espresso. Namun, ini tidak berarti kopi Moka Pot kalah nikmat. Justru, kopi Moka Pot memiliki karakternya sendiri yang unik: kaya, intens, dengan body yang penuh, dan seringkali sedikit lebih pahit atau earthy tergantung biji kopi dan cara seduh. Banyak penikmat kopi yang menyukai kopi Moka Pot karena profil rasanya yang kuat dan kemampuannya untuk menjadi dasar yang sangat baik untuk minuman berbasis susu seperti latte atau cappuccino buatan rumah.
Bagian-Bagian Moka Pot & Fungsinya
Untuk menyeduh kopi Moka Pot dengan sempurna, penting untuk memahami setiap bagian alat ini dan fungsinya. Moka Pot terdiri dari tiga komponen utama yang dirakit menjadi satu kesatuan.
Chamber Bawah (Water Chamber): Wadah Air Panas
Ini adalah bagian dasar Moka Pot, tempat air diisi sebelum proses penyeduhan. Chamber bawah biasanya memiliki katup pengaman (safety valve) di sisi luar, yang berfungsi untuk melepaskan tekanan berlebih jika terjadi penumpukan uap yang berbahaya. Penting untuk tidak mengisi air melebihi batas katup pengaman ini agar uap memiliki ruang yang cukup untuk membangun tekanan dan mengalirkan air melalui bubuk kopi.
Filter Basket (Coffee Basket): Tempat Bubuk Kopi
Filter basket adalah wadah berbentuk keranjang berlubang yang diletakkan di atas chamber bawah. Di sinilah bubuk kopi ditempatkan. Desainnya memungkinkan air panas yang didorong dari chamber bawah untuk melewati bubuk kopi, mengekstraksi rasa dan aroma. Lubang-lubang kecil di bagian bawah filter basket memastikan air dapat mengalir secara merata melalui bubuk kopi.
Gasket dan Filter Plate: Komponen Penting untuk Tekanan
Gasket, yang terbuat dari karet atau silikon, dan filter plate, piringan logam berlubang, adalah dua komponen yang terletak di bagian bawah chamber atas. Gasket berfungsi sebagai segel kedap udara antara chamber bawah dan chamber atas, memastikan tidak ada uap yang bocor keluar dan tekanan dapat terbentuk dengan efektif. Filter plate, yang berada di bawah gasket, menyaring partikel kopi halus agar tidak ikut naik ke chamber atas, menghasilkan seduhan kopi yang bersih. Kedua komponen ini sangat krusial untuk menjaga tekanan yang dibutuhkan Moka Pot agar bekerja dengan baik. Seiring waktu, gasket bisa mengeras atau aus, sehingga perlu diganti secara berkala untuk menjaga performa Moka Pot Anda.
Chamber Atas (Collecting Chamber): Penampung Kopi Jadi
Ini adalah bagian paling atas Moka Pot, tempat kopi yang sudah diseduh akan terkumpul. Bagian ini biasanya memiliki sebuah “cerat” atau “corong” di tengahnya, tempat kopi keluar setelah melewati bubuk kopi dan filter plate. Kopi akan terus mengalir ke chamber atas hingga semua air di chamber bawah habis dan tekanan uap tidak lagi cukup untuk mendorong air. Desain transparan pada beberapa Moka Pot modern memungkinkan Anda melihat proses ekstraksi kopi secara langsung.
Persiapan Sebelum Menyeduh: Kopi & Air Ideal untuk Moka Pot
Kualitas kopi Moka Pot Anda sangat bergantung pada persiapan yang matang. Memilih biji kopi yang tepat dan memastikan gilingan yang sempurna adalah kunci untuk mendapatkan secangkir kopi yang nikmat.
Memilih Biji Kopi yang Tepat untuk Moka Pot
Moka Pot sangat serbaguna dan dapat digunakan dengan berbagai jenis biji kopi, baik Arabika maupun Robusta, atau campuran keduanya. Namun, untuk hasil terbaik, disarankan untuk memilih biji kopi dengan profil sangrai (roast profile) medium hingga dark. Sangrai yang lebih gelap akan menghasilkan rasa yang lebih intens dan body yang lebih penuh, yang sangat cocok dengan karakter seduhan Moka Pot yang kuat. Biji kopi yang terlalu terang (light roast) mungkin menghasilkan rasa yang terlalu asam atau kurang terekstraksi dengan baik karena tekanan Moka Pot yang relatif rendah.
Pertimbangkan juga kesegaran biji kopi. Biji kopi yang baru disangrai dan digiling sesaat sebelum diseduh akan memberikan aroma dan rasa terbaik. Anda bisa bereksperimen dengan single origin atau blend kopi favorit Anda untuk menemukan profil rasa yang paling Anda nikmati dari Moka Pot.
Tingkat Gilingan Kopi yang Sempurna untuk Moka Pot Pemula
Tingkat gilingan kopi adalah salah satu faktor paling krusial dalam menyeduh Moka Pot. Gilingan yang salah bisa menyebabkan kopi terlalu pahit (over-extracted) atau terlalu asam dan lemah (under-extracted). Untuk Moka Pot, gilingan yang ideal adalah medium-fine, sedikit lebih kasar dari gilingan espresso, tetapi lebih halus dari gilingan untuk kopi tetes (drip coffee). Teksturnya seharusnya mirip dengan butiran gula pasir halus.
- **Jika gilingan terlalu halus:** Air akan sulit menembus bubuk kopi, menyebabkan tekanan berlebih, ekstraksi berlebihan, dan rasa pahit yang kuat.
- **Jika gilingan terlalu kasar:** Air akan terlalu cepat melewati bubuk kopi, menghasilkan ekstraksi yang kurang, kopi yang encer, dan rasa yang asam atau hambar.
Menggunakan grinder kopi terbaik yang dapat menghasilkan gilingan yang konsisten sangat penting. Grinder burr (gerinda) lebih disarankan daripada grinder blade (pisau) karena menghasilkan partikel kopi yang lebih seragam, yang krusial untuk ekstraksi yang konsisten. Investasi pada grinder yang baik akan sangat meningkatkan kualitas kopi Moka Pot Anda.
Pentingnya Air Bersih dan Segar: Dingin atau Panas?
Air adalah 98% dari secangkir kopi Anda, jadi kualitasnya sangat memengaruhi rasa akhir. Gunakan air bersih, segar, dan bebas bau. Air mineral atau air yang sudah disaring adalah pilihan terbaik. Hindari air keran yang berbau klorin atau memiliki rasa aneh.
Mengenai suhu air, ada dua pendekatan:
- **Air Dingin:** Ini adalah metode tradisional. Isi chamber bawah dengan air dingin, lalu panaskan di atas kompor. Kelemahannya adalah proses pemanasan yang lebih lama dapat membuat bubuk kopi terpapar panas lebih lama, berpotensi menyebabkan rasa gosong atau pahit.
- **Air Panas (Direkomendasikan):** Banyak barista dan penikmat kopi modern merekomendasikan penggunaan air yang sudah dipanaskan (tapi belum mendidih) untuk mengisi chamber bawah. Ini mempercepat proses ekstraksi dan mengurangi waktu kontak bubuk kopi dengan panas yang berlebihan, sehingga menghasilkan rasa yang lebih bersih, kurang pahit, dan lebih seimbang. Cukup panaskan air di teko terpisah hingga hampir mendidih, lalu tuangkan ke chamber bawah Moka Pot.
Langkah-Langkah Menyeduh Kopi dengan Moka Pot Anti Gagal untuk Pemula
Menyeduh kopi dengan Moka Pot sangat mudah setelah Anda menguasai langkah-langkah dasarnya. Ikuti panduan anti gagal ini untuk mendapatkan secangkir kopi yang nikmat setiap saat.
Mengisi Air dan Memasukkan Bubuk Kopi ke Moka Pot
- **Isi Air:** Tuangkan air (disarankan air panas yang sudah dipanaskan) ke dalam chamber bawah hingga tepat di bawah katup pengaman. Jangan melebihi batas ini.
- **Isi Bubuk Kopi:** Masukkan bubuk kopi gilingan medium-fine ke dalam filter basket. Isi penuh hingga rata dengan bibir filter basket, tetapi jangan dipadatkan (tamping) seperti espresso. Cukup ratakan permukaannya dengan jari atau sendok. Pastikan tidak ada bubuk kopi yang menempel di bibir filter basket agar segel dapat terbentuk sempurna.
Merakit Moka Pot dengan Benar dan Aman
Setelah air dan bubuk kopi siap, saatnya merakit Moka Pot. Letakkan filter basket yang sudah berisi bubuk kopi ke dalam chamber bawah. Kemudian, pasang chamber atas ke chamber bawah, putar erat hingga kencang. Pastikan tidak ada celah agar tekanan uap tidak bocor. Berhati-hatilah jika menggunakan air panas, gunakan lap atau sarung tangan untuk memegang chamber bawah yang mungkin panas.
Proses Pemanasan di Atas Kompor: Suhu Api Ideal
Tempatkan Moka Pot yang sudah terakit di atas kompor. Gunakan api kecil hingga sedang. Api tidak boleh melebar hingga melewati dasar Moka Pot, karena ini bisa merusak gagang atau menyebabkan kopi gosong. Proses pemanasan akan memakan waktu beberapa menit, tergantung pada ukuran Moka Pot dan suhu api.
Air di chamber bawah akan mulai mendidih, menghasilkan uap yang menekan air melalui bubuk kopi, dan kemudian keluar melalui cerat di chamber atas. Anda akan mendengar suara gemericik dan melihat kopi mulai mengalir keluar.
Tanda Kopi Moka Pot Sudah Siap Disajikan
Perhatikan aliran kopi yang keluar dari cerat di chamber atas. Awalnya, kopi akan keluar sebagai aliran yang kental dan gelap. Saat air di chamber bawah hampir habis, aliran kopi akan berubah menjadi lebih terang, berbusa, dan mulai mengeluarkan suara mendesis atau bergelembung yang keras. Ini adalah tanda bahwa proses ekstraksi sudah selesai dan kopi siap. Segera angkat Moka Pot dari kompor saat Anda mendengar suara mendesis yang kuat atau melihat aliran kopi yang mulai berbusa dan keruh.
Mengangkat Moka Pot tepat waktu sangat penting untuk mencegah over-extraction dan rasa pahit. Anda bisa langsung menuangkan kopi ke cangkir atau aduk sebentar di dalam chamber atas sebelum disajikan untuk memastikan rasa yang merata.
Tips Anti Gagal untuk Seduhan Moka Pot Sempurna
Meskipun Moka Pot terbilang sederhana, ada beberapa trik yang bisa Anda terapkan untuk meningkatkan kualitas seduhan Anda menjadi sempurna.
Mencegah Kopi Pahit atau Terlalu Asam dengan Moka Pot
- **Untuk Kopi Pahit:** Kopi pahit seringkali disebabkan oleh over-extraction. Pastikan gilingan kopi Anda tidak terlalu halus, jangan padatkan bubuk kopi, gunakan air yang sudah dipanaskan di awal, dan segera angkat Moka Pot dari api begitu kopi mulai mendesis keras atau alirannya berubah warna menjadi kuning pucat.
- **Untuk Kopi Terlalu Asam:** Kopi asam biasanya merupakan tanda under-extraction. Pastikan gilingan kopi Anda tidak terlalu kasar, gunakan api yang cukup stabil (kecil-sedang) agar proses ekstraksi tidak terlalu cepat, dan pastikan filter basket terisi penuh dengan bubuk kopi.
Hindari Over-Extraction: Jangan Biarkan Kopi Mendidih Terlalu Lama
Kesalahan umum pemula adalah membiarkan Moka Pot di atas api terlalu lama setelah kopi selesai mengalir. Ini akan menyebabkan air yang tersisa di chamber bawah terlalu panas dan uap yang dihasilkan akan “memasak” kopi di chamber atas, menghasilkan rasa gosong dan pahit yang tidak diinginkan. Segera angkat Moka Pot dari api begitu Anda melihat tanda-tanda kopi selesai diekstraksi. Beberapa orang bahkan menyarankan untuk langsung menaruh dasar Moka Pot di bawah air dingin mengalir sebentar untuk menghentikan proses pemanasan secara instan.
Pentingnya Penggunaan Api Kecil Hingga Sedang
Menggunakan api yang terlalu besar akan mempercepat proses ekstraksi secara drastis, menyebabkan air mendidih terlalu cepat dan melewati bubuk kopi dengan terburu-buru. Ini bisa mengakibatkan ekstraksi yang tidak merata dan rasa kopi yang kurang optimal. Api kecil hingga sedang memungkinkan proses pemanasan yang lebih terkontrol, memberikan waktu yang cukup bagi air untuk menyerap rasa dan aroma dari bubuk kopi secara perlahan dan merata.
Eksperimen dengan Gilingan dan Jenis Kopi untuk Rasa Optimal
Dunia kopi adalah tentang eksplorasi. Jangan takut untuk bereksperimen! Sedikit penyesuaian pada tingkat gilingan (misalnya, sedikit lebih halus atau sedikit lebih kasar dari yang direkomendasikan) dapat secara signifikan mengubah profil rasa kopi Anda. Demikian pula, mencoba berbagai jenis biji kopi dari berbagai daerah asal atau dengan profil sangrai yang berbeda akan membuka pengalaman rasa yang baru. Catat hasil eksperimen Anda untuk menemukan kombinasi yang paling Anda sukai.
Perawatan Moka Pot Agar Awet dan Selalu Bersih
Perawatan yang tepat akan memastikan Moka Pot Anda berfungsi optimal dan awet selama bertahun-tahun. Kebersihan adalah kunci untuk rasa kopi yang konsisten.
Cara Membersihkan Moka Pot yang Benar Setelah Pemakaian
Setelah setiap kali penggunaan, biarkan Moka Pot mendingin terlebih dahulu. Jangan mencoba membukanya saat masih panas karena tekanan uap yang tersisa dapat berbahaya.
- **Buang Ampas Kopi:** Setelah dingin, buka Moka Pot dan buang ampas kopi dari filter basket. Anda bisa mengetuk-ketuk filter basket ke tempat sampah atau menggunakan sendok untuk mengeluarkannya.
- **Bilas dengan Air Hangat:** Bilas semua bagian Moka Pot (chamber bawah, filter basket, chamber atas, filter plate, dan gasket) dengan air hangat bersih.
- **Hindari Sabun:** Sangat penting untuk tidak menggunakan sabun cuci piring atau deterjen. Sabun dapat meninggalkan residu yang akan memengaruhi rasa kopi Anda di kemudian hari dan juga dapat merusak lapisan aluminium pada Moka Pot. Cukup bilas dengan air bersih dan gosok dengan jari atau sikat lembut jika ada sisa kopi yang menempel.
- **Keringkan Sepenuhnya:** Keringkan semua bagian Moka Pot secara menyeluruh sebelum disimpan. Biarkan terbuka dan terpisah agar udara dapat bersirkulasi dan mencegah pertumbuhan jamur atau bau apek. Menyimpan Moka Pot dalam keadaan basah bisa menyebabkan korosi, terutama pada Moka Pot berbahan aluminium.
Tips Penyimpanan dan Penggantian Komponen Moka Pot
Untuk penyimpanan, simpan Moka Pot dalam keadaan terpisah (tidak dirakit) di tempat yang kering dan berventilasi baik. Ini akan membantu mencegah bau apek dan kelembaban.
Komponen Moka Pot yang paling sering memerlukan penggantian adalah gasket karet/silikon dan filter plate. Seiring waktu, gasket akan mengeras, retak, atau kehilangan elastisitasnya, yang dapat menyebabkan kebocoran uap dan ekstraksi kopi yang buruk. Filter plate juga bisa tersumbat oleh partikel kopi halus. Disarankan untuk memeriksa kondisi gasket dan filter plate setiap beberapa bulan, dan menggantinya jika terlihat tanda-tanda keausan. Suku cadang ini mudah ditemukan di toko alat kopi atau toko online, termasuk di Tygo Life.
Moka Pot di Berbagai Jenis Kompor
Salah satu keunggulan Moka Pot adalah keserbagunaannya dalam penggunaan di berbagai jenis sumber panas.
Penggunaan Moka Pot untuk Kompor Gas
Kompor gas adalah jenis kompor yang paling umum digunakan untuk Moka Pot. Pastikan api yang digunakan tidak terlalu besar hingga melebar melewati dasar Moka Pot. Api yang terlalu besar tidak hanya membuang energi tetapi juga dapat merusak gagang Moka Pot (jika terbuat dari plastik) atau menyebabkan pemanasan yang tidak merata. Posisikan Moka Pot di tengah api dan gunakan api kecil hingga sedang untuk ekstraksi yang optimal.
Moka Pot di Kompor Listrik dan Induksi: Perhatikan Bahan
Moka Pot juga bisa digunakan di kompor listrik. Pastikan Moka Pot memiliki dasar yang rata untuk kontak panas yang maksimal. Untuk kompor induksi, Anda harus memperhatikan bahan Moka Pot Anda. Kompor induksi hanya dapat bekerja dengan peralatan masak yang terbuat dari bahan feromagnetik (misalnya, stainless steel atau besi cor). Moka Pot tradisional yang terbuat dari aluminium tidak akan berfungsi di kompor induksi. Namun, banyak produsen kini membuat Moka Pot khusus untuk kompor induksi yang terbuat dari stainless steel atau memiliki dasar induksi. Pastikan untuk memeriksa spesifikasi produk sebelum membeli jika Anda berencana menggunakannya di kompor induksi.
FAQ Seputar Moka Pot
Kopi jenis apa yang paling cocok untuk moka pot?
Kopi dengan profil sangrai medium hingga dark (gelap) sangat cocok untuk Moka Pot. Biji kopi Arabika atau Robusta, atau campuran keduanya, dapat digunakan. Sangrai yang lebih gelap akan menghasilkan rasa yang lebih intens dan body yang penuh yang sesuai dengan karakteristik seduhan Moka Pot.
Berapa banyak kopi bubuk yang ideal untuk moka pot?
Idealnya, isi penuh filter basket dengan bubuk kopi gilingan medium-fine hingga rata dengan bibir, tetapi jangan dipadatkan. Jumlah pastinya akan bervariasi tergantung ukuran Moka Pot Anda.
Mengapa kopi moka pot saya terasa pahit atau terlalu asam?
Kopi pahit sering disebabkan oleh over-extraction (gilingan terlalu halus, dipadatkan, atau dibiarkan terlalu lama di api). Kopi asam biasanya disebabkan oleh under-extraction (gilingan terlalu kasar atau proses terlalu cepat). Sesuaikan gilingan kopi dan waktu ekstraksi Anda.
Bagaimana cara membersihkan moka pot dengan benar?
Bilas semua bagian Moka Pot dengan air hangat bersih setelah digunakan. Jangan gunakan sabun cuci piring karena dapat meninggalkan residu dan merusak rasa kopi. Keringkan semua bagian sepenuhnya sebelum disimpan untuk mencegah korosi dan bau apek.
Bisakah moka pot digunakan di semua jenis kompor?
Moka Pot dapat digunakan di kompor gas dan listrik. Untuk kompor induksi, pastikan Moka Pot Anda terbuat dari bahan feromagnetik seperti stainless steel atau memiliki dasar khusus induksi, karena Moka Pot aluminium tradisional tidak akan berfungsi.
Kesimpulan: Siap Menyeduh Kopi Moka Pot Nikmatmu Sendiri?
Moka Pot adalah alat kopi yang luar biasa, menawarkan cara sederhana namun efektif untuk menyeduh kopi yang kuat dan beraroma di rumah. Dengan memahami bagian-bagiannya, memilih kopi dan gilingan yang tepat, serta mengikuti langkah-langkah penyeduhan yang benar, Anda bisa menciptakan secangkir kopi Moka Pot yang sempurna setiap saat. Jangan ragu untuk bereksperimen dan menyesuaikan prosesnya sesuai selera Anda. Tygo Life berharap panduan ini telah membekali Anda dengan pengetahuan dan kepercayaan diri untuk mulai menyeduh kopi Moka Pot Anda sendiri.
Jelajahi berbagai pilihan Moka Pot, biji kopi berkualitas, dan alat kopi lainnya di Tygo Life untuk melengkapi perjalanan kopi Anda. Temukan juga grinder kopi terbaik yang sesuai dengan kebutuhan Anda untuk pengalaman menyeduh yang tak tertandingi!
Rekomendasi Alat Kopi Terbaik dari Tygo Life
Rp350.000 Original price was: Rp350.000.Rp189.000Current price is: Rp189.000.
Rp299.000 Original price was: Rp299.000.Rp95.000Current price is: Rp95.000.
Rp15.000 – Rp17.000Price range: Rp15.000 through Rp17.000
Rp69.000 Original price was: Rp69.000.Rp12.500Current price is: Rp12.500.
Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut tentang produk-produk Tygo Life dan temukan alat kopi terbaik untuk Anda!